Jumat, 19 September 2014

Cara Sholat Jenazah Beserta Bacaannya


Sebelum masuk pada Tata Cara Sholat Jenazah Beserta Bacaan Sholat Jenazah perlu kita kethui dahulu pengertian Sholat jenazah. Sholat jenazah merupakan sholat yang dilaksanakan saat ada seorang muslim atau muslimah meninggal dunia. Tata cara shalat jenazah dilakukan dengan keadaan berdiri saja, tanpa rukuk ataupun sujud. Lalu takbir sebanyak 4 kali diselingi dengan bacaan doa tertentu(yang akan dijabarkan dibawah), lalu kemudian diakhiri dengan salam.

Berikut ini kami coba memberikan Panduan lengkap mengenai tata cara sholat jenazah, dan juga bacaan doa sholat jenazah beserta artinya, lalu juga disertai rukun, syarat, dan dalil tentang sholat jenazah/sholat mayit serta manfaat dan keutamaan sholat jenazah. Semuanya dibahas secara lengkap di artikel kali ini.

Hukum Sholat Jenazah

Hukum Sholat Jenazah adalah Fardhu Kifayah” artinya wajib bagi kita umat muslim untuk mensholati muslim lainnya yang telah meninggal, jika tidak dilaksanakan maka ini menjadi tanggung jawab seluruh umat muslim.


Dalil keutamaan Sholat Jenazah :
Nabi Muhamad SAW bersabda dalam hadistnya tentang keutamaan sholat jenazah :
Barangsiapa yang menghadiri jenazah hingga ikut menshalatkannya, maka dia mendapatkan satu qirath, dan barangsiapa yang menyaksikannya hingga ikut mengantar ke kubur, maka mendapatkan dua qirath”. Ditanyakan, “Apakah yang dimaksudkan dengan dua qirath itu? ” Beliau menjawab, “Seperti dua gunung yang besar.” (HR. Muttafaq ‘alaih)

Rukun Sholat Jenazah :
  •     Niat
  •     Berdiri bila mampu
  •     Empat kali takbir yang diselingi oleh beberapa bacaan
  •     Membaca al-Fatihah secara sirr setelah takbir pertama berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Imam Nasa’i, bahwa: “Menurut sunnah, bahwa dalam shalat jenazah hendaknya membaca Ummil Quran (al-Fatihah) dengan pelan-pelan dalam takbir pertama”
  •     Membaca shalawat kepada Nabi saw setelah takbir kedua
  •     Mendoakan mayat setelah takbir ketiga
  •     salam

Niat Sholat Jenazah :

Niat untuk jenazah laki-laki :

"Ushalli 'alaa haadzal mayyiti arba'a takbiiraatin fardhal kifaayati makmuuman/imaaman lillaahi ta'aalaa"
Artinya : Saya niat shalat atas mayyit (laki-laki) ini empat takbir fardhu kifayah karena Allah SWT.

Niat untuk jenazah perempuan :

"Ushalli 'alaa haadzihil maytati arba'a takbiiraatin fardhal kifaayati makmuuman/imaaman lillaahi ta'aalaa"
Artinya : Saya niat shalat atas mayyit (perempuan) ini empat takbir fardhu kifayah karena Allah SWT.


Cara Sholat Jenazah Beserta Bacaannya

Tata Cara Sholat Jenazah



Takbir Pertama

Setelah takbir dilanjutkan dengan membaca ta'awudz lalu dilanjutkan dengan membaca al fatihah, tanpa disertai dengan doa iftitah ataupun surat pendek seperti sholat pada umumnya. ini berdasarkan pendapat banyak ulama bahwa dalam sholat jenazah tidak diwajibkan membaca doa iftitah.

Bacaan Ta'awwudz :

أعوذ بالله من الشيطان الرجيم


A'uudzubillaahi minasy syaithaanir rajiim

Artinya : Aku berlindung dari syaitan yang terkutuk


Lalu Dilanjutkan dengan membaca surat Al Fatihah.


Takbir kedua

Bacaan setelah takbir kedua yaitu membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. berikut bacaan doanya . . .


أللهم صَلِّ علي محمد وعلي ألِ محمد كما صَلَيْتَ علي إبراهيم وعلي أل إبراهيم وبارِكْ علي محمد وعلي أل محمد كما باركت علي إبراهيم وعلي أل إبراهيم في العالمين إنك حميد مجيد

Allaahumma shalli 'alaa muhammadin, wa 'alaa aali muhammadin, kamaa shallaita 'alaa ibraahiima, wa 'alaa aali ibraahiima. Wa baarik 'alaa muhammadin, wa 'alaa aali muhammadin, kamaa baarakta 'alaa ibraahiima, wa 'alaa aali ibraahiima. Fil 'aalamiina innaka hamiidum majiid.

Artinya :

“Ya Allah, berilah rahmat kepada Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah memberikan rahmat kepada Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung. Berilah berkah kepada Muhammad dan keluarganya (termasuk anak dan istri atau umatnya), sebagaimana Engkau telah memberi berkah kepada Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung.”


Takbir ketiga

Bacaan doa setelah melakukan takbir ketiga adalah sebagai berikut . . .

اللهم اغْفِرْ لَهُ وارْحَمهُ وعافِهِ واعفُ عنه وأَكْرِمْ نُزولَهُ ووسِّعْ مَدخلَهُ واغْسِلْهُ بِماءٍ وثَلْج وبَرَدٍ ونَقِهِ من الخَطايا كما يُنَقَي الثَوبُ الأَبْيَضُ مِنِ الدَنَسِ وأَبْدِلْهُ دارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وأَهْلًا خَيْراً من أهلِهِ وَزَوْجًا خَيْراً مِن زَوْجِهِ وَقِهِ فِتْنَةَ القَبْرِ وعَذَابَ النارِ

Allaahummaghfirlahu, warhamhu, wa 'aafihi, wa'fu 'anhu, wa akrim nuzuulahu, wa wassi' madkhalahu, waghsilhu bimaa-in watsaljin wabaradin, wanaqqihi minal khathaayaa kamaa yunaqqats tsaubul abyadhu minaddanasi, wa abdilhu daaran khairan min daarihi, wa ahlan khairan min ahlihi, wa zaujan khairan min zaujihi, waqihi fitnatal qabri wa 'adzaabannaar.

Artinya :

Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, maafkanlah dia, ampunilah kesalahannya, muliakanlah kematiannya, lapangkanlah kuburannya, cucilah kesalahannya dengan air, es dan embun sebagaimana mencuci pakaian putih dari kotoran, gantilah rumahnya dengan rumah yang lebih baik, gantilah keluarganya dengan keluarga yang lebih baik, gantilah istrinya dengan isri yang lebih baik, hindarkanlah dari fitnah kubur dan siksa neraka.


Takbir Keempat


Bacaan doa setelah takbir ke empat yaitu membaca doa di bawah ini . . . .

اللهُمّ لاتَحرِمْنا أَجْرَهُ ولاتَفْتِنّا بَعدَهُ

Allaahumma laa tahrimnaa ajrahu, walaa taftinnaa ba'dah

Artinya : Ya Allah, janganlah Engkau haramkan Kami dari pahalanya, dan janganlah Engkau beri fitnah pada kami setelah kematiannya.


Salam


Terakhir adalah melakukan salam dengan menengok ke kanan dan kekiri sebagaimana dalam sholat biasanya . . .

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wa barakaatuh

Artinya : "Keselamatan, rahmat Allah dan keberkahan-Nya semoga untuk kalian semua"


Doa Sholat Jenazah


اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ اْلأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ [وَعَذَابِ النَّارِ]

Alloohummaghfir lahu Warhamhu Wa ‘Aafihi Wa’fu ‘ahu, Wa Akrim Nuzulahu, Wa Wassi’ Madkholahu, Waghsilhu Bil Maa’i WatsTsalji Wal Barodi, Wa Naqqihi Minal Khothooyaa Kamaa Naqqaitats Tsaubal Abyadho Minad Danasi, Wa Abdilhu Daaron Khoiron Min Daarihi, Wa Ahlan Khoiron Min Ahlihi, Wa Zaujan Khoiron Min Zaijihi, Wa Adkhilhul Jannata, Wa A’idhu Min ‘Adzaabil Qabri

Ya Allah, Ampunilah dia (dari beberapa hal yang tidak disukai), maafkanlah dia dan tempat-kanlah di tempat yang mulia (Surga), luaskan kuburannya, mandikan dia dengan air salju dan air es. Bersihkan dia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju yang putih dari kotoran, berilah rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), berilah keluarga (atau istri di Surga) yang lebih baik daripada keluarganya (di dunia), istri (atau suami) yang lebih baik daripada istrinya (atau suaminya), dan masukkan dia ke Surga, jagalah dia dari siksa kubur dan Neraka.” (HR. Muslim 2/663)

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِحَيِّنَا وَمَيِّتِنَا وَشَاهِدِنَا وَغَائِبِنَا وَصَغِيْرِنَا وَكَبِيْرِنَا وَذَكَرِنَا وَأُنْثَانَا. اَللَّهُمَّ مَنْ أَحْيَيْتَهُ مِنَّا فَأَحْيِهِ عَلَى اْلإِسْلاَمِ، وَمَنْ تَوَفَّيْتَهُ مِنَّا فَتَوَفَّهُ عَلَى اْلإِيْمَانِ، اَللَّهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلاَ تُضِلَّنَا بَعْدَهُ.

Alloohumaghfir Lihayyinaa Wa Mayyitinaa Wa Syaahidinaa Wa Ghoo’ibinaa Wa Shoghiirinaa Wa Kabiirinaa Wa Dzakarinaa Wa Untsaanaa. Alloohumma Man Ahyaitahu Minnaa Fa Ahyihi ‘Alal Islaam, Wa Man Tawaffaitahu Minnaa Fatawaffahu ‘Alal Iimaan. Alloohumma Laa Tahrimna Ajrahu Wa Laa Tudhillanaa Ba’dahu

“Ya Allah! Ampunilah kepada orang yang hidup di antara kami dan yang mati, orang yang hadir di antara kami dan yang tidak hadir ,laki-laki maupun perempuan. Ya Allah! Orang yang Engkau hidupkan di antara kami, hidupkan dengan memegang ajaran Islam, dan orang yang Engkau matikan di antara kami, maka matikan dengan memegang keimanan. Ya Allah! Jangan menghalangi kami untuk tidak memper-oleh pahalanya dan jangan sesatkan kami sepeninggalnya.” ( HR. Ibnu Majah 1/480, Ahmad 2/368, dan lihat Shahih Ibnu Majah 1/251)

اَللَّهُمَّ إِنَّ فُلاَنَ بْنَ فُلاَنٍ فِيْ ذِمَّتِكَ، وَحَبْلِ جِوَارِكَ، فَقِهِ مِنْ فِتْنَةِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ، وَأَنْتَ أَهْلُ الْوَفَاءِ وَالْحَقِّ. فَاغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Alloohumma Inna Fulaanabna Fulaanin Fii Dzimmatika, Wa Habli Jiwaarika, Fa Qihi Min Fitnatil Qobri Wa ‘Adzaabin Naari, Wa Anta Ahlal Wafaa’i Wal Haqqi. Faghfirlahu Warhamhu, Innaka Antal Ghofuurur Rohiim

“Ya, Allah! Sesungguhnya Fulan bin Fulan dalam tanggunganMu dan tali perlindunganMu. Peliharalah dia dari fitnah kubur dan siksa Neraka. Engkau adalah Maha Setia dan Maha Benar. Ampunilah dan belas kasihanilah dia. Sesungguhnya Engkau, Tuhan Yang Maha Pengampun lagi Penyayang.” (HR. Ibnu Majah. Lihat Shahih Ibnu Majah 1/251 dan Abu Dawud 3/21)


sumber: http://lacasacomics.blogspot.com/2014/02/cara-sholat-jenazah-beserta-bacaannya.html#ixzz3Dku2tJg4
Follow us: infounikindonesia on Facebook

Rabu, 18 Juni 2014

Wadah Ilmu Pengetahuan: Cara Memperbaiki Aki Kering

Wadah Ilmu Pengetahuan: Cara Memperbaiki Aki Kering: Jgn buang aki kering anda!! Secara umum, aki kering bebas perawatan akan bertahan 1-1,5 tahun Nah ada beberapa kondisi yg menyebabkan aki k...

Senin, 10 Maret 2014

HIJAB

01. aneh aja denger "berhijab belum tentu baik, pake baju seksi belum tentu buruk" | lha, yang tentuian baik dan buruk dia atau Allah?

02. baik itu yang ditentuin Allah baik, buruk itu ya yang ditentuin Allah buruk | bukan anggapan manusia, bukan urusan manusia :)

03. namanya buka aurat ya jelas keburukan dalam Islam | tutup aurat ya jelas kebaikan dalam Islam | kecuali kalo agamanya selain Islam :D

04. jadi bila Muslimah udah nutup aurat, ya dia melakukan kebaikan | kalopun masih nggosip, itu nggak membuat hijabnya jadi buruk

05. dan bila ada Muslimah buka aurat ya dia melakukan keburukan | walau dia banyak sedekah, nggak lalu jadiin buka auratnya jadi baik

06. jadi bilang "ah, berhijab juga belum tentu baik" | nggak lantas buat hukum berhijab dari Allah jadi batal dan diangkat dari kamu

07. jadi yang bener kata-kata begini "berhijab belum tentu baik, tapi orang baik (taat Allah) pasti berhijab" | baru bener.. :)

08. dan bila ada yang berhijab lalu masih nggosip, ya jangan hubung-hubungin sama hijabnya | nggosipnya yang dimasalahin, bukan hijabnya

09. tapi juga jangan mandang yang nggak hijab lantas nggak ada kebaikan | tetep aja yang buka aurat, kalo buat yang baik, ya ada pahala :)

10. cuma sayang aja, udah payah-payah buat pahala, eh ilang karena umbar aurat | ada pahala masuk, ada pula dosa masuk -_-

11. juga yang bilang "belum siap tutup aurat, takut masih maksiat" | padahal mikir begitu itu yang justru jadi bikin maksiat

12. padahal kalo dia mikirnya "aku emang belum siap, tapi aku serahkan diriku taat Allah" | nggak mungkin Allah nggak bantu mudahkan dia

13. Allah akan mudahkan orang yang mau taat, termasuk yang mau berhijab | yakin deh, nggak percaya? liat aja deh QS 92:5-7

14. jangan sampe deh ucapan-ucapan begitu jadi legitimasi diri dan orang lain | untuk nggak berhijab dan nggak jadi taat Allah

15. orang mau taat, mother yes please (mbok yao) disemangati, didukung | bukan malah ditakut-takutin, ngajak sama-sama nggak taat hehe..

16. jadi kalo liat Muslimah berhijab lalu mikir "ah, hijab kan belum tentu baik" | itu tanda setan kuasai hati, nggak demen sama yang baik

17. liat Muslimah berhijab lalu mikir "dia udah usaha untuk mau taat, moga aku bisa nyusul" | nah, itu doa, sadar itu 1/2-nya kebaikan :)

18. sadar diri buka aurat lalu mikir "nggak papalah, yang penting baik, banyakin sedekah, umrah aja" | naini, pantesan nggak juga berhijab

19. sadar buka aurat | merasa nyesel, khawatir, takut ajal datang sebelum taubat | menyegerakan taat, berusaha taat | ini baru Muslimah

20. terus sempurnakan ketaatan pada Allah :) | satu kebaikan biasanya diikuti kebaikan lain | segerakan hijab, yang lain bakal nyusul :)

berhijab belum tentu baik, baik sudah tentu berhijab | maksiat belum tentu buka aurat, buka aurat sudah pasti maksiat | kelir? :)

ngejomblo belum tentu taat | pacaran udah pasti maksiat | kelir? :)

Senin, 06 Januari 2014

Tata Cara Wudhu dan Tayammum

Gambar: Tata Cara Wudhu dan Tayammum


Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ﻻَ ﺗُﻘْﺒَﻞُ ﺻَﻼَﺓُ ﻣَﻦْ ﺃَﺣْﺪَﺙَ ﺣَﺘَّﻰ ﻳَﺘَﻮَﺿَّﺄَ

“Tidak diterima shalat seseorang yang berhadats hingga ia berwudhu.” (HR. Al-Bukhari no. 135 dan Muslim no. 536)

Pembaca, wudhu adalah salah satu syarat sahnya shalat. Siapa yang wudhunya rusak maka shalat yang ia kerjakan tidak bernilai ibadah. Maka pelajarilah kaifiyah wudhu berdasarkan sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam agar ibadah yang kita amalkan tidak sia-sia. Berikut adalah tata cara wudhu dan tayammum untuk anda.

Catatan: Kami sengaja tidak menghapus gambar supaya anda lebih bisa memahami gambaran tata cara wudhu yang dijelaskan di sini, karena terkadang teks saja tidak mencukupi. Dan untuk anda yang mengakses halaman ini dengan perangkat mobile kami tuliskan teks dalam gambar agar lebih membantu.

TATA CARA WUDHU


1. Berniat di dalam hati dan tidak diucapkan. [1]
2. Mengucapkan: "Bismillah". [2]
3. Mencuci kedua telapak tangan sebanyak tiga kali, [3] dan menyela-nyela di antara jari-jemari kedua tangan. [4]

Footnote:
[1] HR. Al-Bukhari dan Muslim
[2] HSR. Abu Dawud, At-Tirmidzi dan selain keduanya
[3] HR. Al-Bukhari dan Muslim
[4] HSR. Abu Dawud


4. Berkumur-kumur dan istinsyaq (menghirup air ke dalam hidung) dengan telapak tangan kanan lalu intintsar (menyemburkan air ke luar) dengan tangan kiri. [5] Hal ini dilakukan sebanyak tiga kali. [6]

Footnote:
[5] HSR. An-Nasa-i
[6] HR. Al-Bukhari dan Muslim


5. Membasuh muka sebanyak tiga kali.
• Batasan muka adalah dari telinga satu ke telinga yang lain dan dari batasan tempat tumbuhnya rambut kepala di atas kening/dahi hingga dagu.
 [7]

Footnote:
[7] HR. Al-Bukhari dan Muslim


6. Membasuh tangan kanan sebanyak tiga kali lalu tangan kiri. [8]
• Dimulai dari ujung jari dengan menyela-nyela jari-jemari, lalu menggosok-gosokkan air ke lengan, kemudian mencuci siku. Demikian pula dengan tangan kiri. [9]
• Atau dimulai dari siku hingga ke ujung jari.[10]

Footnote:
[8] HR. Al-Bukhari
[9] HR. Al-Bukhari dan Muslim
[10] HSR. Ad-Daruquthni


7. Mengusap seluruh kepala sebanyak satu kali.
• Kedua tangan yang masih basah dijalankan dari depan kepala ke belakang hingga tengkuk lalu kembali lagi ke depan tempat semula.



• Kemudian membasuh telinga, yaitu dengan memasukkan kedua jari telunjuk ke dalam telinga dan kedua ibu jari di bagian luar telinga. [11]

Footnote:
[11] HSR. Abu Dawud


8. Membasuh kaki kanan sebanyak tiga kali, dari ujung jari ke mata kaki, dengan cara mencuci mata kaki dan menyela-nyela jari-jemari. Lalu membasuh kaki kiri seperti itu pula. [12]

Footnote:
[12] HSR. Abu Dawud


9. Mengucapkan doa setelah wudhu:

ASYHADU ANLAA ILAAHA ILLALLAAH, WAHDAHU LAA SYARIIKA LAHU WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAN 'ABDUHU WA RASUULUH.

"Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam adalah hamba dan Rasul-Nya." [13]

Atau mengucapkan doa:

ALLAHUMMAJ'ALNII MINAT TAWWAABIINA WAJ'ALNII MINAL MUTATHAHHIRIIN.

"Ya Allah ya Tuhanku, jadikanlah aku termasuk hamba-hamba-Mu yang bertaubat dan jadikanlah aku dari hamba-hamba-Mu yang suka bersuci."

Footnote:
[13] HR. Muslim dan At-Tirmidzi

TATA CARA TAYAMMUM


'Ammar bin Yasir radhiyallahu 'anhu bahwa dia berkata: "Saya pernah mengalami junub dan ketika itu saya tidak mendapatkan air (untuk mandi). Oleh karena itu saya pun bergulung-gulung di tanah (untuk bersuci) dan kemudian saya menjalankan shalat. Maka hal itu pun saya ceritakan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Nabi bersabda, "Sebenarnya sudah cukup bagimu bersuci dengan cara seperti ini." Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memukulkan kedua telapak tangannya di atas tanah dan meniup keduanya. Kemudian dengan kedua telapak tangan itu beliau membasuh wajah dan telapak tangannya." (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari hadits Ammar radhiyallahu 'anhu di atas dapat kita simpulkan bahwa tata cara tayammum itu adalah:

1. Menepukkan dua telapak tangan ke tanah/debu dengan sekali tepukan.

2. Meniup atau mengibaskan tanah/debu yang menempel pada dua telapak tangan tersebut.

3. Mengusap wajah terlebih dahulu lalu mengusap kedua telapak tangan, bagian dalam maupun luarnya. Atau pun mengusap telapak tangan dahulu baru setelahnya mengusap wajah.

Demikian pembaca, tata cara wudhu dan tayammum berdasarkan tuntunan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Semoga bermanfaat. Wallahu a'lam.